Hybrid Learning Tatap Muka Terbatas

Dalam rangka melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19, SMK Kesehatan Binatama menerapkan pembelajaran Hybrid Learning yaitu metode pembelajaran campuran antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis daring.
Tatap muka di SMK Kesehatan Binatama dilaksanakan dengan rotasi kelompok 25% dari jumlah siswa perkelas.

“Dalam satu hari siswa yang hadir ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran di kelas hanya 6 hingga 8 siswa, sedangkan siswa lainnya mengikuti pembelajaran virtual dari rumah melalui Google Meet yang terkoneksi dengan pembelajaran tatap muka di kelas sehingga siswa dapat berkomunikasi secara virtual dengan guru dan teman-temannya yang ada di kelas” ungkap Galang Eko Prasetyo, S. Pd. selaku Waka. Urs. Kurikulum
Sebelum pelaksanaan hybrid learning, sekolah memberikan video sosialisasi kepada bapak/ibu guru, karyawan, orangtua dan siswa. Harapannya dengan video sosialisasi yang sudah dibagikan masing- masing pihak dapat mencermati pelaksanaan hybrid learing dengan baik. Selain itu juga dari pihak sekolah mengedarkan angket persiapan dan persetujuan yang diisi oleh orang tua, siswa yang hadir disekolah sudah mendapatkan persetujuan dari orangtua yang dituliskan juga dalam surat pernyataan.

Persiapan dan pelaksanaan hybrid learning melibatkan tim satgas SMK Kesehatan Binatama yang terdiri dari Guru dan Karyawan.
Siswa yang datang ke sekolah di cek suhu pada saat di gerbang oleh petugas piket. Apabila suhu melebihi batas normal siswa diarahkan ke UKS yang sudah disiapkan oleh tim satgas. Selain yang bersuhu lebih juga bagi Siswa dalam pelaksanaan pembelajaran ada keluhan sakit mendadak itu juga dari sekolah fasilitasi UKS,dan apabila timbul gejala yang serius. Tim satgas siap mengantarkan Siswa ke pelayanan kesehatan terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain cek suhu, siswa wajib memakai masker, membawa handsanitizer, bekal makanan gizi seimbang dan minum serta perlengkapan sholat dan pribadi. Sebelum masuk kelas siswa wajib mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan dengan 6 langkah cuci tangan secara berurutan. Siswa dan guru yang mengajar juga melakukan scan barcode presensi kehadiran yang terletak di pintu kelas dengan handphone masing-masing
Saat di kelas siswa menempati tempat duduk yang telah diatur jaraknya dan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran praktik di laboratorium dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan,masuk secara berurutan,dan tetap menjaga jarak saat kegiatan praktik
Saat jam istirahat,kelas akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan oleh petugas. Setelah pembelajaran berakhir, siswa keluar kelas dengan berurutan, memberi salam kepada guru tanpa bersalaman, dan melakukan presensi pulang dengan scan barcode. Penjemput siswa menunggu di tempat yang telah disediakan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak. Setelah seluruh siswa pulang, semua ruangan akan di sterilisasi dengan menggunakan sinar UV oleh petugas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *