Mural Wayang Milineal SMK Kesehatan Binatama

Di Masa Pandemi Covid-19 ini,tidak menjadikan SMK Kesehatan Binatama untuk berhenti berkreasi dan berinovasi. Pada bulan Oktober 2020 SMK Kesehatan Binatama berinovasi memanfaatkan tembok/dinding depan kelas yang kosong dilukis mural Wayang, yaitu Mural gambar tokoh wayang pandawa lima yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Wayang Bima menjadi icon SMK Kesehatan Binatama. Bima mempunyai nama kecil yaitu Sena. Bima merupakan putra kedua Pandu dengan Dewi Kunti. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Bima memililki sifat dan perwatakan; gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur. Ia juga memiliki sifat kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut, setia pada satu sikap, tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.
Banyak sekali karakter pewayangan yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, tapi tentunya yang berkarakter baik. SMK Kesehatan Binatama memilih tokoh wayang Pandawa Lima merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dengan kisah Mahabarata, karena Pandawa Lima merupakan tokoh sentralnya bersama dengan Kurawa. Pandawa lima adalah sebutan lima bersaudara, putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Harapannya dengan karakter wayang pandawa lima bisa memberikan pengetahuan budaya wayang bagi siswa yang mana bisa menjadikan siswa tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *