PELAKSANAAN PRAKTIKUM SISWA SISWI PROGRAM KEAHLIAN FARMASI SMK KESEHATAN BINATAMA DI MASA PANDEMI COVID-19

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bersama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Kesehatan (Menkes), bersepakat dalam penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang diputuskan setelah melihat hasil survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud terkait dampak yang timbul akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi COVID-19. Hasilnya, untuk jenjang SMK, pembelajaran praktik membutuhkan kehadiran siswa dan guru secara fisik di ruang praktikum dengan protokol kesehatan yang ketat.

Oleh karena itu, pembelajaran praktek mata pelajaran produktif bagi peserta didik Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama dilaksanakan dengan wajib menerapkan protokol kesehatan dimulai sejak sebelum siswa datang ke sekolah. SMK Kesehatan Binatama menyediakan sarana kesehatan dan kebersihan yang baik, serta penerapan physical distancing.
Sebelum proses praktikum, sosialiasasi untuk warga sudah diberikan sosialisasi secara daring mengenai rencana pelaksanaan praktikum tatap muka di sekolah, selanjutnya orang tua siswa yang setuju memberikan surat izin dan surat pernyataan putra-putrinya bersedia mengikuti kegiatan praktikum tatap muka. Pada saat hadir ke sekolah siswa diskrining kesehatannya dengan pemeriksaan suhu tubuh dan wawancara riwayat perjalanan siswa. Siswa juga wajib mencuci tangan di area yang telah ditentukan kemudian siswa dan pembimbing praktikum menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti menggunakan masker medis, sarung tangan karet, dan face shield.
Pembagian (jadwal masuk siswa) diatur sesuai kelas, kelompok dan materi praktikum. Pembagian jumlah siswa per shift merujuk pada protokol kesehatan yang ada dengan kapasitas 30% dari kapasitas normal. Kesiapan Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama diwujudkan dengan tersedianya 5 guru pembimbing praktikum yang bertugas secara bergiliran, tersedianya 3 ruang laboratorium berkapasitas 36 siswa per ruang yang diisi 11 siswa saja dengan tujuan untuk memungkinkan tetap menjaga jarak antar siswa, alat pelindung diri (APD) yang lengkap, sterilisasi dan desinfeksi ruangan yang dilakukan sebelum dan sesudah praktikum secara rutin.
Praktikum mata pelajaran produktif di Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dengan baik dan lancar. Tingkat ketercapaian materi yang ditargetkan dan tingkat kehadiran siswa mencapai 100%. Adanya satuan gugus tugas penanggulangan COVID-19 di SMK Kesehatan Binatama juga berperan sangat penting dalam pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan praktikum di sekolah.
Menurut apt. Ana Herawati,S.Si. selaku Kepala program keahlian farmasi, pada dasarnya praktikum di Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar yang dimaksudkan untuk memantapkan penguasaan materi yang bersifat aplikatif. Melalui kegiatan yang mandiri, terbimbing, dan pemanfaatan sarana praktikum yang optimal sebagai satu kesatuan yang utuh dalam sistem penyelenggaraan praktikum, maka diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajarannya dengan baik sehingga Program Keahlian Farmasi dapat mencapai visi “Mewujudkan Asisten Tenaga Kefarmasian yang Berakhlak Mulia, Berwawasan Kebangsaan, Profesional dan Berbudaya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *