UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI LSP ASNAKES INDONESIA KOMPETENSI KEAHLIAN FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS SMK KESEHATAN BINATAMA TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Salah satu mekanisme uji kompetensi pada SMK adalah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). BNSP adalah lembaga independen yang dibentuk negara untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BNSP memberikan lisensi kepada LSP untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi. Proses pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan melalui LSP merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian karena siswa-siswi yang lulus dari SMK perlu mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki agar dapat bersaing di dunia kerja.
Dalam hal ini, SMK Kesehatan Binatama memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi LSP “ASNAKES INDONESIA”.
Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) semestinya sudah harus dilaksanakan sebelum Ujian Nasional (UN) dan pengumuman kelulusan. Namun karena masa tanggap darurat pandemi Covid 19 maka pelaksanaanya baru bisa dilakukan tanggal 16 Juli 2020. Uji Kompetensi merupakan bagian dari penilaian yang khas dari SMK. Uji Kompetensi ini merupakan penilaian terhadap pencapaian siswa terkait kualifikasi jenjang dua dan tiga pada KKNI yang dilaksanakan oleh SMK.
LSP “ASNAKES INDONESIA” adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (P-3) yang memiliki fungsi dan tugas utama untuk melayani uji kompetensi dan sertifikasi kepada calon Asisten Tenaga Kesehatan atau Asisten Tenaga Kesehatan yang sudah berpengalaman kerja dalam rangka memastikan dan atau memelihara kompetensinya.
Sebanyak 50 asesi Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama mengikuti USK yang dilaksanakan selama 4 hari mulai Kamis, 16 Juli 2020 hingga Senin, 20 Juli 2020 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu SMK Kesehatan Binatama
Dikarenakan masih dalam situasi tanggap darurat Covid-19, maka dalam pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi di SMK Kesehatan Binatama mengacu pada protokol kesehatan yang sudah ditentukan.
Dalam pelaksanaanya setiap hari asesi dibagi menjadi dua sesi, masing-masing sesi maksimal hanya terdiri dari delapan asesi dengan dua orang asesor dari LSP ASNAKES. Asesi diarahkan oleh dua orang panitia TUK untuk mengikuti alur pelaksanaan USK dimulai dengan asesi mencuci tangan dengan sabun, mengukur suhu tubuh, dan melakukan wawancara riwayat perjalanan. Selanjutnya siswa menuju ruang transit untuk desinfeksi peralatan dan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Pelaksanaan USK dengan mengikuti protokol memang waktunya menjadi lebih lama, tetapi tidak apa-apa demi keselamatan bersama.
USK didahului dengan ujian teori secara daring pada hari Rabu, 15 Juli 2020. Tes ini untuk mengetahui pengetahuan asesi sebagai bukti pendukung pada observasi yang akan dilaksanakan pada tes praktik demonstrasi.
Kompetensi yang diujikan dalam USK Program Keahlian Farmasi diantaranya dibagi menjadi dua Tes Praktik Demonstrasi (TPD), yaitu TPD I dengan materi uji Pelayanan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan di Unit Pelayanan dan TPD II yaitu Pengelolaan Administrasi Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan di Unit Pelayanan. Pada TPD I diharapkan asesi mampu melakukan semua proses kerja mulai dari, menerima resep, melakukan skrining resep, menemukan permasalahan dalam resep, berkomunikasi dengan apoteker, menyampaikan permasalahan kepada pasien, membuat copy resep, menghitung harga resep, mempersiapkan alat dan bahan serta membuat sediaan obat.
Sedangkan pada TPD II, asesi diharapkan mampu menguasai kompetensi melakukan pengadaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan, yang didahului dengan melakukan serangkaian kegiatan mencatat, memesan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan, menerima sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan, menyimpan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan. Semua pekerjaan di atas dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) masing- masing unit pekerjaan. Bagi asesi yang lulus nantinya akan mendapat sertifikat kompetensi dengan logo burung Garuda dan BNSP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *