SLEMAN, 14 Mei 2026 – Mengukuhkan perannya sebagai institusi pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat, SMK Kesehatan Binatama sukses menggelar rangkaian Presentasi Projek Gerakan Peduli Kesehatan Sekitar (Gitar). Kegiatan yang berlangsung pada 5 hingga 13 Mei 2026 ini menjadi panggung bagi seluruh murid Kelas XI untuk memaparkan hasil aksi nyata pelayanan dan edukasi kesehatan yang telah mereka laksanakan di berbagai lingkungan masyarakat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Projek Kelas XI ini para murid diterjunkan langsung ke kantong-kantong masyarakat mulai dari lingkungan RT/RW, posyandu, kelompok lansia, hingga komunitas warga untuk melakukan pemetaan masalah kesehatan dasar, penyuluhan, hingga pemeriksaan kesehatan sederhana di bawah pengawasan.
Kepala SMK Kesehatan Binatama, Nuri Hastuti, S.P., Gr., M.K.M., menegaskan bahwa projek ini merupakan jembatan krusial bagi murid Kelas XI sebelum mereka nantinya memasuki dunia kerja atau praktik kerja lapangan (PKL) yang sesungguhnya.
“Melalui Gerakan Peduli Kesehatan Sekitar, murid Kelas XI ditantang untuk mengasah kepekaan sosial dan mengaplikasikan ilmu kompetensi keahlian mereka langsung kepada masyarakat lintas usia. Proses presentasi projek selama sepekan ini menjadi ruang evaluasi objektif, di mana kita melihat bagaimana mereka mampu memberikan solusi nyata atas problem kesehatan yang ada di wilayah DIY dan Jawa Tengah,” papar Nuri Hastuti.
Dalam pemaparannya, berbagai kelompok murid menyajikan program-program yang telah mereka jalankan di lapangan. Di antaranya adalah optimalisasi layanan kesehatan lansia (seperti pengecekan tensi dan gula darah), edukasi makan gizi seimbang, pemanfaatan tanaman obat keluarga (Apotek Hidup), hingga pelatihan pembuatan produk kesehatan berbasis herbal. Cakupan wilayah pergerakan murid yang meluas hingga ke beberapa titik di Jawa Tengah membuktikan komitmen sekolah untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan.
Proses pengujian presentasi dilakukan secara komprehensif oleh tim penguji dari guru. Aspek penilaian meliputi validitas data pengamatan lapangan, ketepatan solusi kesehatan yang ditawarkan, kreativitas media komunikasi yang digunakan, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan.
Keberhasilan implementasi dan presentasi projek “Gitar” ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pemenuhan nilai akademik, melainkan mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership) dan empati yang mendalam pada diri siswa Kelas XI sebagai calon tenaga kesehatan yang humanis dan profesional.

