HYBRID LEARNING SMK KESEHATAN BINATAMA

Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan dalam masa pandemic  Covid-19 perlu adanya adaptasi kebiasaan baru dalam pelaksanaan aktivitas pendidikan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.  Berdasarkan Keputusan Bersama Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru untuk meningkatkan semangat belajar siswa, SMK Kesehatan Binatama melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19, dengan menerapkan Hybrid Learning yaitu metode pembelajaran campuran antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis daring.
Sebelum pelaksanaan hybrid learning, tim satgas SMK Kesehatan Binatama melakukan persiapan antara lain menyusun SOP terdiri dari SOP pembelajaran, penjemputan, pemantauan dan pelaporan kesehatan, pengaturan kantin,cuci tangan, stelrilisasi, pelayanan orangtua pengantar dan penjemput siswa, tenaga kebersihan, tamu, piket, perpustakaan, TU, ruang guru, ektrakrikuler, permainan yang diperbolehkan. Selain SOP juga mempersiapkan surat persetujuan Orangtua terkait kesediaan memberi ijin kepada putera puterinya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di SMK Kesehatan Binatama,  selanjutkan tim satgas memberikan video sosialisasi kepada bapak/ibu guru, karyawan, orangtua dan siswa. Harapannya dengan video sosialisasi yang sudah dibagikan masing- masing pihak dapat mencermati pelaksanaan hybrid learing dengan baik.
Kegiatan tatap muka terbatas di SMK Kesehatan Binatama dilaksanakan dengan rotasi kelompok 25% dari jumlah siswa perkelas. “Di dalam pelaksanaan Hybrid Learning, 25 % jumlah masing-masing kelas,  setiap harinya siswa yang hadir ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran di kelas hanya 6 hingga 9 siswa, sedangkan siswa lainnya mengikuti pembelajaran virtual dari rumah melalui Google Meet menggunakan akun guru masing-masing yang terkoneksi dengan pembelajaran tatap muka di kelas sehingga siswa dapat berkomunikasi secara virtual dengan guru dan teman-temannya yang ada di kelas” jelas Galang Eko Prasetyo, S. Pd. selaku Waka. Urs. Kurikulum
Dalam pelaksanaanya, siswa yang datang ke sekolah cek suhu terlebih dahulu sebelum masuk ke sekolah di gerbang oleh petugas piket. Siswa  wajib memakai masker, membawa handsanitizer, bekal makanan gizi seimbang dan minum serta perlengkapan sholat dan pribadi. Sebelum masuk kelas siswa wajib mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan dengan 6 langkah cuci tangan secara berurutan. Siswa dan guru yang mengajar juga melakukan scan barcode presensi kehadiran yang terletak di pintu kelas dengan handphone masing-masing
Saat di kelas siswa menempati tempat duduk yang telah diatur jaraknya dan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran praktik di laboratorium dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan,masuk secara berurutan,dan tetap menjaga jarak saat kegiatan praktik. Saat jam istirahat, kelas akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan oleh petugas. Setelah pembelajaran berakhir, siswa keluar kelas dengan berurutan, memberi salam kepada guru tanpa bersalaman, dan melakukan presensi pulang dengan scan barcode. Penjemput siswa menunggu di tempat yang telah disediakan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak. Setelah seluruh siswa pulang, semua ruangan akan di sterilisasi dengan menggunakan sinar UV oleh petugas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *