PRAKTIKUM TERBATAS PROGRAM KEAHLIAN FARMASI SMK KESEHATAN BINATAMA

Pandemi COVID-19 yang tengah mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat menjadi faktor eksternal yang memengaruhi proses pembelajaran saat ini Pembelajaran yang bersifat praktikal lebih dominan dilakukan di tempat khusus seperti laboratorium. Kemampuan psikomotorik sangat diperlukan dalam pembelajaran praktikal tersebut. Salah satu pembelajaran praktikal yang mengalami dampak akibat pandemi COVID-19 adalah pembelajaran produktif farmasi seperti Dasar-Dasar Kefarmasian kelas X dan Pelayanan Farmasi kelas XI dan XII. Mata pelajaran farmasi yang pengembangan dan penerapan ilmunya memerlukan hasil kerja eksperimen dengan standar tertentu, pembelajaran farmasi tidak dapat dilakukan hanya dengan pemberian materi secara teoritis saja. Dengan berlakunya protokol keselamatan di masa pandemi, praktikum di laboratorium dapat dilakukan sebagaimana mestinya.
Kegiatan praktikum farmasi khususnya di Program Keahlian Farmasi di SMK Kesehatan Binatama terdiri atas tiga tahapan utama: pra praktikum, praktikum inti, dan pasca praktikum. Pra praktikum merupakan tahap persiapan yang dilakukan siswa dengan mempelajari konsep dan membuat rancangan kerja. Tahap berikutnya adalah kegiatan inti yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan rancangan kerja yang telah disepakati. Kegiatan ini melibatkan penggunaan peralatan gelas, instrumen, dan material dengan tingkat keamanan dan risiko yang bervariasi. Tahap terakhir adalah pasca praktikum untuk menganalisis analisis data hasil percobaan hingga memperoleh kesimpulan yang sesuai.
Rangkaian praktikum farmasi seperti ini adalah formulasi pembelajaran yang selama ini dinilai efektif, karena tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual dan kognitif siswa, namun juga membentuk keterampilan teknis seperti manipulasi, observasi, pengumpulan data, pemrosesan dan analisis data, interpretasi hasil observasi, pemecahan masalah, kerja sama tim, dan keterampilan berkomunikasi. Kegiatan praktikum di lingkungan Program Keahlian Farmasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dimulai dari skrining kesehatan siswa dan guru yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 SMK Kesehatan Binatama, pemakaian alat pelindung diri (APD) secara ketat dan disiplin, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencegah terjadinya kerumunan dengan menerapkan peraturan kapasitas laboratorium yang terisi hanya 30% dan memperkecil jumlah kelompok kerja siswa menjadi empat siswa dengan satu guru pembimbing (instruktur). Setiap selesai praktikum dilakukan desinfeksi meja kerja dan sterilisasi ruangan sebagai salah satu wujud usaha memutus rantai penularan COVID-19 dan upaya menjamin kesehatan siswa dan guru di SMK Kesehatan Binatama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *