SINKRONISASI KURIKULUM BERSAMA IDUKA

Pada hari senin 07 Juni 2021 SMK Kesehatan Binatama melaksanakan kegiatan Sinkronisasi Kurikulum dengan industri dunia kerja (IDUKA) Tahun Pelajaran 2021/2022. Kegiatan ini dilakukan untuk menyeleraskan antara kurikulum yang diajarkan di sekolah dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh IDUKA. Harapannya kelak lulusan mempunyai bekal keterampilan baik softskill maupun hardskill sesuai dengan kebutuhan IDUKA sehingga siap untuk bekerja dan berkompetisi dengan yang lainnya.
Sinkronisasi dihadiri oleh oleh tamu undangan sebanyak 19 orang terdiri dari Tim pengembang kurikulum, Guru produktif Keperawatan/Farmasi dan perwakilan IDUKA bidang Keperawatan yaitu RSU Mitra Paramedika, PKU Muhammadiyah Cangkringan, Senyum Homecare sedangkan IDUKA bidang Farmasi yaitu RSA UGM, K-24 Indonesia, RS Mitra Paramedika.
Kegiatan sinkronisasi diawali dengan sambutan Kepala Sekolah. “ saya ucapkan terimakasih kepada IDUKA yang sudah berkenan hadir pada acara sinkronisasi kurikulum, mudah-mudahan setelah kegiatan ini antara Sekolah dan IDUKA bisa selaras kurikulumnya sehingga kelak lulusan mempunyai bekal keterampilan yang disesuiakan dengan kebutuhan IDUKA, maka dari itu masukan sangat dibutuhkan sekali untuk kemajuan kurikulum SMK Kesehatan Binatama” jelas Nuri Hastuti selaku kepala Sekolah.Setelah sambutan, kegiatan sinkronisasi dipaparkan oleh Kaprodi masing-masing , Kompetensi yang ada di SMK Kesehatan Binatama disesuaikan dengan IDUKA dan dilanjutkan dengan diskusi. Dalam hasil diskusi banyak sekali masukan-masukan yang disampaikan. Masukan dari IDUKA farmasi antara lain tentang pelayanan Informasi Obat (PIO) yang baik dan benar agar customer tetap loyal, pemahaman formularium nasional harus dipahami oleh tenaga Kesehatan, materinya bisa ditambahkan di mata perlajaran Perundang-Undangan Kesehatan, Melakukan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) dengan Bahasa customer sesuai dengan daya tangkap klien dan lainnya. Sedangkan masukan dari IDUKA Keperawatan antara lain Komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan lain dan keluarga lebih ditingkatkan, siswa sebaiknya diajarkan membuat sonde atau larutan susu , membuat larutan klorin untuk disenfeksi alat keperawatan, menghitung tetesan infus dan lainnya. Setelah kegiatan diskusi selesai di tanggapi oleh maisng-masing kaprodi dan ditutup dengan foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *