Tingkatkan Literasi Digital, SMK Kesehatan Binatama Bekali Siswa Kemampuan Content Creator untuk Program “Gitar”

WhatsApp Image 2026 01 20 at 10.13.51 2 854x1024 - Tingkatkan Literasi Digital, SMK Kesehatan Binatama Bekali Siswa Kemampuan Content Creator untuk Program "Gitar"

SLEMAN – Di era digital saat ini, seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut mahir secara klinis, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan pesan kesehatan melalui media kreatif. Menyadari hal tersebut, SMK Kesehatan Binatama menggelar pembekalan bertajuk “Content Creator – Branding Citra Diri Digital” bagi seluruh murid kelas XI pada hari Senin, 19 Januari 2026.

Sesi pembekalan ini menghadirkan pakar di bidang teknologi informasi, Fadlillah Mukti Ayudewi, S.Kom., M.Kom., dosen dari Program Studi Teknologi Informasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Kehadiran narasumber akademisi ini bertujuan agar para murid mampu mendokumentasikan kegiatan Gerakan Peduli Kesehatan Sekitar (Gitar) secara menarik, profesional, dan edukatif sesuai standar industri kreatif.

Dalam pemaparannya, Fadlillah Mukti Ayudewi mengajak murid untuk membangun citra diri (branding) sebagai calon tenaga kesehatan yang kompeten dan tepercaya. Branding yang kuat dinilai sangat penting agar masyarakat menaruh kepercayaan penuh terhadap eksistensi dan layanan SMK Kesehatan Binatama.

Guna menarik perhatian masyarakat di media sosial, murid dibekali teknik pembuatan video pendek menggunakan formula Hook-Body-CTA. Materi ini mengajarkan cara membuat pembuka yang menarik (Hook), menyampaikan isi edukasi atau manfaat produk inovasi herbal secara padat (Body), hingga memberikan ajakan bertindak (Call to Action) seperti mengikuti cek kesehatan gratis atau mencoba produk herbal hasil karya murid.

Selain aspek kreatif, materi Etika & Keamanan Konten juga menjadi sorotan utama. Mengingat kegiatan “Gitar” melibatkan warga dan data kesehatan sensitif, murid ditekankan untuk selalu menjaga etika medis, wajib meminta izin sebelum mengambil gambar (inform consent), serta menjaga privasi warga dalam setiap konten yang diunggah. Siswa juga dilatih memaksimalkan perangkat smartphone untuk menghasilkan video berkualitas tinggi dengan biaya minim, namun tetap memperhatikan aspek pencahayaan, audio jernih, dan informasi yang mudah dipahami.

“Melalui materi Content Creator ini, kami ingin program Gitar tidak hanya berhenti di lapangan, tapi juga tersebar luas di dunia digital. Ini merupakan bagian dari strategi agar kontribusi murid dan keunggulan SMK Kesehatan Binatama semakin dikenal luas oleh masyarakat,” jelas apt. Ana Herawati, S.Si., Gr., selaku panitia pelaksana program Gitar.

Dengan bekal kemampuan digital branding ini, diharapkan murid kelas XI SMK Kesehatan Binatama siap menjadi motor penggerak kampanye “Keluarga Sehat, Masyarakat Kuat” baik secara tatap muka langsung maupun melalui platform digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *