KEPALA SEKOLAH SMK KESEHATAN BINATAMA IKUTI PELATIHAN KAPABILITAS DAN MANAGERIAL BERBASIS INDUSTRI

Kepala SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti,SP mengikuti Diklat Peningkatan Kapabilitas dan Managarial Kepala Sekolah SMK berbasis industri. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri-Kemendikbud bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor pelatihan yang dikuti 90 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh Indonesia.
Diklat dengan tajuk peningkatan kapabilitas dan manajerial Kepala SMK Berbasis Industri ini dilaksanakan di IPB Internasional Convention Center Bogor (IICC)
03 November s.d 15 November 2020.Menurut Nuri Hastuti, diklat ini diselenggarakan secara bersama oleh lima perguruan tinggi termasuk IPB adalah salah satunya. Pesertanya adalah kepala SMK seluruh Indonesia yang telah melalui seleksi. Total terdapat 450 kepala sekolah yang terseleksi dan 90 orang diantaranya difasilitasi IPB untuk diberikan pelatihan. SMK memiliki potensi yang sangat besar saat kepala sekolahnya memiliki pandangan mau mentransformasi SMK untuk bisa lebih maju. SMK menjadi pilar keterkaitan antara dunia industri dan dunia kerja tutur Nuri Hastuti.
Menurutnya, kepala sekolah perlu memiliki mental sebagai CEO (Chef Executive Officer) agar SMK tidak tertinggal dan mampu menghasilkan lulusan yang siap mandiri yang selalu menemukan solusi dan opportunity dalam memajukan Indonesia.
Seorang Kepala sekolah harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja. Para guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.
Harapan Nuri Hastuti selaku Kepala Sekolah dengan mengikuti kegiatan diklat ini, bisa memotivasinya sebagai Kepala Sekolah perubahan cara pandang bagaimana meningkatkan kapasitas SMK,”. Menurutnya kepala sekolah harus memiliki perspektif yang lebih luas agar bisa membawa gerbong SMK-nya memiliki lulusan dengan keterampilan yang siap diserap industri. Karena itu pada diklat ini peserta diberikan materi yang cukup beragam. Mulai dari komunikasi, skill negosiasi, hingga materi tentang manajemen mitigasi risiko. Kami para Kepala Sekolah dibekali ilmu untuk menjadi dan mencetak CEO yang handal, karenanya kemampuan dalam melakukan pengelolaan, direction dan eksekusi menjadi ukuran. Diklat luring di Bogor ini merupakan bagian dari rangkaian panjang. Setelah mendapat ilmu dari kegiatan ini, para kepala sekolah diberikan waktu untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) di masing-masing daerahnya. Staf pengajar IPB akan dilibatkan sebagai pendamping.

“Nantinya Kepala Sekolah menyusun Rencana Pengembangan Sekolah dan dosen bertugas sebagai coach. Masing-masing kelompok berisi lima orang. Setelah itu, mereka nanti akan kembali lagi ke Bogor untuk mempresentasikan hasilnya lalu akan diuji karena akan berikan sertifikat pelatihan.
Untuk lebih mendekatkan dengan dunia industri, kepala sekolah juga difasilitasi untuk bertemu dengan CEO-CEO. Kepala sekolah selaku chief education officer bertemu dengan chief executive officer untuk mendapatkan insight yang lebih besar.
Klaster SMK yang menjadi peserta itu ada yang pariwisata, pertanian, teknik dan tata boga. Maka pihaknya mencoba memfasilitasi pertemuan dengan CEO-CEO sesuai klaster keahlian SMK. “Misalnya untuk tata boga yang dekat dengan Bogor, kita telah hubungi CEOnya Hotel Salak. Selain itu juga kita undang CEO dari dunia perbankan yakni dari BNI agar pada saatnya mereka perlu komunikasi dengan dunia keuangan menjadi lebih mudah,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *