PEMANTAPAN UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI PROGRAM KEAHLIAN FARMASI SMK KESEHATAN BINATAMA

Masa pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Program Keahlian Farmasi SMK Kesehatan Binatama untuk melaksanakan kegiatan pemantapan Uji Sertifikasi Kompetensi Tahap 2. Kegiatan ini sangat penting. Seperti diketahui salah satu mekanisme uji kompetensi pada SMK adalah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). BNSP adalah lembaga independen yang dibentuk negara untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BNSP memberikan lisensi kepada LSP untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi. Proses pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan melalui LSP merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian karena siswa-siswi yang lulus dari SMK perlu mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki agar dapat bersaing di dunia kerja
Kegiatan pemantapan USK dilaksanakan secara daring pada hari Senin-Kamis, tanggal 8-11 Februari 2021 mulai pukul 08.00-13.00 WIB. Kegiatan pemantapan USK ini diikuti oleh 33 siswa Program Keahlian Farmasi dengan pembimbing 5 guru produktif farmasi yang 2 diantaranya adalah asesor internal SMK Kesehatan Binatama.
Agenda hari pertama adalah verifikasi kelengkapan administrasi dan penjelasan teknis pelaksanaan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi pelaksanaan USK sesuai dengan tipe soal. Peserta diharuskan menyelesaikan dua Tugas Praktik Demontrasi (TPD). TPD I yaitu pelayanan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan di unit pelayanan dan TPD II yaitu pengelolaan administrasi sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan di unit pelayanan.
Meskipun dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19, seluruh siswa sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan pemantapan USK tersebut, karena mereka yakin bahwa untuk memperoleh hasil yang maksimal maka diperlukan usaha dan jerih payah dalam belajar yang maksimal pula.
Tentunya dengan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan juga keterampilan siswa dalam bidang farmasi. Kegiatan juga berguna untuk menumbuhkembangkan motivasi serta semangat belajar agar siswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi USK sehingga bisa dinyatakan sebagai Asisten Tenaga Kefarmasian yang kompeten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *