Gerakan Asa (Ada Sampah Ambil) dan Diet Plastik SMK Kesehatan Binatama

  
Setiap sekolah pastilah mempunyai masalah dengan sampah plastik yang semakin hari semakin menumpuk terutama sampah plastik yang berasal dari bungkus makanan yang digunakan oleh warga sekolah. Dengan latar belakang banyaknya sampah-sampah plastik yang sering berserakan di lingkungan sekolah baik di kantin, di depan kelas, dan di dalam kelas. Maka, SMK Kesehatan Binatama mulai bulan Agustus 2019 mencanangkan Gerakan ASA dan Diet Plastik.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari program greenschool. Kegiatan grenschool ini diawali dengan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, penjual jajan, kantin bahkan orangtua harapannya dengan sosialisasi ini, seluruh warga sekolah dapat mensukseskan program sekolah yang sudah direncanakan. Dilanjutkan dengan kampanye peduli lingkungan sekitar yaitu Gerakan ASA dan Diet Plastik. Gerakan ASA  adalah gerakan setiap ada  sampah ambil, jadi seluruh warga seluruh sekolah SMK Kesehatan Binatama jika menemui/mendapati sampah langsung ambil sampah tersebut  dan dimasukkan ke tempat sampah yang sudah disediakan. Gerakan ASA  ini tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah akan tetapi dilakukan sebagai agenda rutin setiap jumat pagi oleh siswa-siswi dengan membawa kantung kresek dan didampingi guru untuk melaksanakan Gerakan ASA di lingkungan sekitar sekolah maupun rumah-rumah warga sekitar SMK Kesehatan Binatama. Tujuan dari Gerakan ASA ini selain untuk meningkatkan kebersihan di sekolah dan sekitarnya, siswa juga diharapkan peduli terhadap lingkungan terutama sampah untuk tidak dibuang sembarangan dan dapat menjaga kebersihan dimanapun mereka berada.  Gerakan ASA yang dilaksanakan diluar lingkungan sekitar sekolah ini, selain untuk menjaga kebersihan diharapkan warga sekolah bisa berolahraga dan bersoaisalisasi dengan warga sekitar.  Selain ASA program yang lain yaitu gerakan diet plastik yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mengurangi sampah plastik, melakukan 3R (reduce, reuse, recycle), membawa botol air minum sendiri, serta membawa tempat makan sebagai pengganti kantung plastik.
 “Kami kampanyekan gerakan ini karena kami sebagai Sekolah Kesehatan dan Sekolah Rujukan prihatin dengan banyaknya jajanan yang dikemas dengan plastik. Sampah plastik menjadi masalah di mana-mana,” kata Kepala SMK Kesehatan Binatama, Nuri Hastuti,SP.
Bentuk kampanye diet plastik di sekolah  beragam. Nuri Hastuti mencontohkan dengan mengajak 400an siswa serta guru membawa wadah sendiri seperti botol, mug, atau gelas plastik dan tempat makan yang bisa digunakan berulang kali untuk makan dan minum. “Ketika ada sampah plastik berserakan, siswa dan guru sesegera mungkin membersihkan dan memasukkannya dalam satu kantung,” kata dia.
Cara lain yakni mengajak pengelola kantin sekolah mulai mengurangi menjual jajanan berbungkus plastik. Saat ini, tim sekolah setempat rutin melakukan sosialisasi ke pengelola kantin untuk mengganti bungkus jajanan plastik dengan bungkus selain plastik atau anak-anak saat jajan diminta membawa tempat makanannya.
Minuman yang dijual juga diarahkan tak menggunakan plastik dan sedotan melainkan menggunakan wadah yang dibawa sendiri-sendiri oleh siswa. Bisa saja jajanan di kantin sekolah diganti dengan jajanan tradisional berbungkus daun. Untuk mengubah hal itu memang perlu dilakukan secara perlahan.
Gerakan diet plastik dilakukan sebagai salah satu pendidikan karakter kepada siswa. Selain itu, diet sampah plastik dimaksudkan mendukung target penurunan sampah plastik di Indonesia.
Selain diet sampah plastik, kampanye lain yakni menggencarkan kegiatan penghijauan yakni dengan penanaman tanaman hias, obat dan buah di sekolah. “Tentu saja dengan gerakan diet sampah plastik itu mendidik siswa disiplin, di sisi lain, gerakan ini membentuk karakter siswa agar mereka peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah dan masyarakat,”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *